Banjir Bandang Mengguncang Paud Kb Islam Fajar Mutia, Akses Belajar Terpaksa Dihentikan

Banjir bandang yang melanda wilayah Kota Lhokseumawe pada Rabu, 28 November, turut menyasar satuan pendidikan. PAUD KB Islam Fajar Mutia di Desa Batuphat Barat, Kecamatan Muara Satu, menjadi salah satu korban. Sekolah yang seharusnya ramai dengan canda tawa anak-anak itu, kini dipenuhi lumpur dan genangan air. Pagi itu,Rabu 28 November, hujan deras yang mengguyur Kota Lhokseumawe dan sekitarnya berubah menjadi bencana. Air bah datang dengan cepat dan deras, menerjang pemukiman warga dan tidak terkecuali kompleks PAUD KB Islam Fajar Mutia di Desa Batuphat Barat, Kecamatan Muara Satu.

Dalam hitungan jam, sekolah yang menjadi tempat puluhan anak usia dini belajar dan bermain ini, berubah menjadi kolam lumpur. Air masuk ke dalam semua ruangan, merendam meja, kursi, buku, alat permainan edukatif (APE), serta perlengkapan belajar mengajar lainnya. Ketinggian air di dalam ruangan dilaporkan mencapai hampir setengah meter.Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena banjir terjadi di luar jam operasional sekolah.Aktivitas belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara waktu hingga proses pembersihan dan perbaikan selesai dilakukan.Saat ini,pihak sekolah bersama relawan dan warga sekitar telah bergotong-royong membersihkan lumpur dan merapikan kembali ruangan. Mereka berharap bantuan dari dinas terkait dan masyarakat luas untuk memulihkan kondisi sekolah.

Banjir bandang ini kembali menyoroti pentingnya mitigasi bencana dan sistem drainase yang baik di kawasan rawan banjir.

Sekolah,yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang generasi penerus, kini harus berjuang melawan sisa-sisa bencana. Solidaritas dan bantuan dari berbagai pihak sangat dinantikan agar senyum dan tawa ceria anak-anak PAUD KB Islam Fajar Mutia dapat segera kembali menggema di ruang kelas mereka.